Laman

Sabtu, 13 Agustus 2011

Manfaat Membaca di Ramadhan



“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,” Qs. Al-’Alaq (96): 1.
Ayat Qs. Al-Alaq di atas merupakan wahyu yang pertama turun. Ayat tersebut menekankan akan pentingnya membaca, sekaligus memerintahkan semua umat Islam agar “membaca”. Membaca seakan aktifitas yang mudah dijalankan, namun ketika mau melakukannya terkadang rasa bosan, rasa malas, rasa letih, dan pelbagai alasan lainnya menghampiri. Sehingga, membaca pada dasarnya tidaklah semudah yang dibayangkan, karena membaca membutuhkan kekuatan “keimanan” tersendiri. Dikarenakan, membaca, di dalamnya mencangkup kesadaran dan konsentrasi.
Terlebih lagi di Ramadhanini, banyak dari umat Islam yang membiasakan diri untuk menghilangkan kesuntukan dengan menghambur-hamburkan rizki (boros) guna melewati siang dan mengisi malam seperti ke mall, berpacaran, menonton sinetron atau acara-acara TV yang tidak bermutu, dan lainnya. Pada sisi lain, semangat kerja umat Islam di Ramadhan banyak yang menurun. Tentu fenomena ini sangat disayangkan, karena tujuan puasa itu sendiri adalah agar umat Islam mengisi aktifitas sehari-harinya dengan ibadah-ibadah yang lain. Dengan kata lain, tujuan puasa adalah agar semakin meningkatkan amal-ibadahnya, bukan justru menurun. Sehingga sangatlah salah apabila menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan.
Adanya tradisi mengurangi semangat kerja (bermalas-malasan) di bulan puasa seperti di atas, mulai sekarang ini sudah saatnya dirubah. Umat Islam harus menjadikan momentum Ramadhan sebagai pelatuk  agar etos kerjanya yang sebelumnya menurun menjadi kembali meningkat. Serta, menjadikan bulan puasa menambah pelbagai aktifitas lainnya yang bermanfaat dan berpahala, misalnya menjalankan kewajiban “membaca” sebagaimana perintah Alquran di atas (Qs. Al-Alaq: 1). Hal ini karena, dengan membaca hikmah yang terkandung di bulan puasa akan meningkat berlipat-lipat apabila dilakukan secara serius dan tidak mengganggu pekerjaan (aktifitas) yang lain. Jadikan membaca sebagai kebutuhan pokok.
Membaca saat puasa, juga sangat bermanfaat untuk mengisi kejenuhan, mengisi waktu luang sehingga tidak digunakan untuk sesuatu yang mubadzir, menghilangkan kecemasan dan kegundahan, menjadikan tutur katanya baik, dengan membaca juga akan terbebas dari kebodohan sehingga pikirannya menjadi jernih, menambah pengetahuan dan wawasan, mengandung pahala dan lainnya.
Tentunya membaca yang dimaksud adalah yang bermanfaat, seperti membaca Alquran, membaca buku-buku yang bermanfaat, membaca koran, membaca postingan teman-teman, dan bacaan-bacaan yang menggugah kesadaran dan wawasan lainnya. Selamat menikmati sahur….
sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/08/05/manfaat-membaca-di-ramadhan/
Artikel Terkait :